Minggu, 03 Mei 2015

BAHAN BACAAN SOSIOLOGI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 (2)

BAB V
PERILAKU MENYIMPANG
                                                                                      
 Definisi perilaku menyimpang (Lawang)
v Semua tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial (Lawang)
v Penyimpangan tidak hanya dapat dikategorikan kepada individu atau masyaraka dengan kategori penyimpangan dan penyimpang, tetapi akan dijumpai pula yang disebut dengan institusi menyimpang (Korblum)
v Tindakan yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma dan nilai sosial masyarakat lainnya (Zanden)

 Bentuk-bentuk perilaku menyimpang (Lemert)
v Penyimpangan primer: perbuatan menyimpang yang dilakukan seseorang, namun sang pelaku masih dapat diterima secara sosial. Ciri penyimpangan: sifatnya sementara, tidak berulang, dan dapat ditolerir masyarakat, seperti mengendarai motor atau mobil melebihi kecepatan yang normal/kebut-kebutan
v Penyimpangan sekunder: perbuatan yang dilakukan seseorang secara umum dikenal perbuatan atau perilaku menyimpang. Seperti memerkosa, membunuh, merampok, mabuk-mabukan, dll.

Tipe atau cara adaptasi individu terhadap situasi tertentu (Merton)
v Cara adaptasi konformitas: perilaku seseorang mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat
v Cara adaptasi inovasi: perilaku seseorang mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat
v Cara adaptasi ritualisme: perilaku seseorang telah meninggalkan tujuan budaya, tetapi tetap berpegang teguh pada cara yang telah ditetapkan masyarakat
v Cara adaptasi retreatisme: perilaku seseorang tidak mengikuti tujuan dan cara yang dikehendaki
v Cara adaptasi pemberontakan: orang tidak lagi mengakui struktur sosial yang ada dan berupaya menciptakan struktur sosial yang baru
v Dari keseluruhan tipe-tipe tersebut, tipe adaptasi pertama merupakan bentuk perilaku yang tidak menyimpang, sementara empat tipe berikutnya merupakan bentuk perilaku menyimpang

 Hubungan antara perilaku menyimpang dan sosialisasi yang tidak sempurna
v sering terjadi ketidaksepadanan antara pesan yang disampaikan pelaku sosialisasi yang satu dengan pelaku sosialisasi yang lain, ketidaksepadanan ini membuat sosialisasi menjadi kurang sempurna
v ketidaksepadanan pesan-pesan yang disampaikan oleh pelaku-pelaku sosialisasi juga bisa dilihat dari maraknya perkelahian antar pelajar yang menjurus pada tindakan kriminal
v norma dan nilai sosial keagamaan yang ditawarkan sejak mereka bayi tidak cukup berjalan dan sinkron untuk bisa dihadapkan dengan kenyataan dalam masyarakat
v perilaku menyimpang juga bisa terjadi ketika dalam proses sosialisasi, seseorang mengambil peran yang salah dari generalized others atau meniru perilaku yang salah
v perilaku menyimpang juga terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang, yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma budaya yang dominan

Sifat-sifat perilaku menyimpang
v Penyimpangan yang bersifat positif: penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya alternatif. Penyimpangan demikian umumnya dapat diterima masyarakat karena sesuai dengan perubahan zaman.
v Penyimpangan yang bersifat negatif: pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk serta menggangu sistem sosial. Tindakan dan pelakunya akan dicela dan tidak diterima oleh masyarakat. Bobot penyimpangan dapat diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar

Macam-macam perilaku menyimpang
v  Tindakan kriminal atau kejahatan: umumnya dilihat bertentangan dengan norma hukum, norma sosial, dan norma agama yang berlaku di masyarakat
v  Penyimpangan seksual: perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan
v  Pemakaian dan pengedaran obat terlarang: merupakan bentuk penyimpangan dari nilai dan norma sosial maupun agama
v  Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup: yang lain dari biasanya antara lain sikap arogansi dan eksentrik

 Tipe atau jenis kejahatan (Light, Keller, Calhoun, Giddens)
v  Kejahatan tanpa korban (crime without victim): tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain
v  Kejahatan terorganisasi (organized crime): merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum
v  Kejahatan kerah putih (white collar crime): kejahatan yang mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaannya
v  Kejahatan pemerintahan (govermental crime): kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian
v  Kejahatan pemerintahan (govermental crime):  kejahatan yang dilakukan oleh lembaga atau aparat pemerintahan resmi di sebuah negara
v  Kejahatan dunia maya (cyber crime): dengan berkembang teknologi informasi, dengan menyebarluaskan virus komputer, pornografi, pencurian kartu kredit, atau merusak sistem sebuah organisasi

 Jenis-jenis penyimpangan seksual
v  Perzinahan: hubungan seksual di luar nikah
v  Lesbianisme: hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama wanita
v  Homoseks: hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama lelaki
v  Kumpul kebo: hidup seperti suami istri tanpa nikah
v  Sodomi: hubungan seks melalui anus
v  Transvestitisme: memuaskan keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis
v  Sadisme: pemuasan seks dengan menyakiti orang lain
v  Pedophilia: memuaskan keinginan seks dengan mengadakan kontak seksual dengan anak-anak

 Sebab-sebab terjadinya penyalahgunaan obat-obatan terlarang pada remaja
v  Perkembangan emosi yang belum stabil
v  Cenderung ingin mencoba
v  Kepribadian yang cenderung asosial (tidak mempertimbangkan orang lain, kondisi kecemasan atau depresi, situasi keluarga yang tidak harmonis, salah memilih teman, obat-obatan yang mudah diperoleh)

 Faktor-faktor yang menyebabkan remaja terjerumus pada penggunaan narkotika (Baliane)
v  Ingin membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan berbahaya
v  Ingin menunjukkan tindakan menentang orangtua yang otoriter atau siapa saja yang tidak sepaham dengan dirinya
v  Ingin melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman emosional
v  Ingin mencari dan menemukan arti hidup (yang semu)
v  Ingin mengisi kekosongan dan kebosanan (tidak memilik banyak aktivitas)
v  Ingin menghilangkan kegelisahan
v  Solidaritas di antara kawan
Ingin tahu dan iseng 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar