Minggu, 03 Mei 2015

BAHAN BACAAN SOSIOLOGI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 (4)

Perlunya sosialisasi dalam kehidupan seseorang sejak lahir sampai meninggal dunia
v Sejak lahir manusia telah mengalami proses sosialisasi. Pada dasarnya tidak ada seorang manusia pun yang tidak melakukan proses sosialisasi dalam hidupnya. Manusia hidup dari dan dalam masyarakat
v Tanpa sosialisasi, kemampuan akal, emosi dan jiwa seseorang tidak dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan masyarakatnya.
                                   
Sikap Antisosial
v Sikap atau perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya.
v Tindakan-tindakan antisosial sering kali mendatangkan kerugian bagi masyarakat luas, sebab pada dasarnya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial yang diinginkan oleh sebagian besar anggota masyarakat lainnya.

Tipe Tindakan Antisosial
v  Dilakukan di jalan. Contoh: membuang sampah sembarangan, melanggar rambu lalu lintas, meminta-minta dsb
v  Dilakukan oleh tetangga. Contoh: menyetel radio untuk mendengarkan musik dengan terlalu keras
v  Dilakukan terhadap lingkungan sekitar. Contoh: mencorat-coret dan merusak telepon umum atau bis kota atau tembok dan meja kelas

Macam-Macam Pengendalian Sosial
v  Pengendalian melalui Institusi dan Non-Institusi
Institusi: cara pengendalian sosial melalui lembaga-lembaga sosial yang ada di dalam masyarakat, seperti lembaga pendidikan, hukum, agama, politik, ekonomi, dan keluarga. Non-Institusi: cara pengendalian di luar institusi sosial yang ada, seperti oleh individu atau kelompok massa yang tidak saling mengenal. Cara ini seringkali menggunakan kekerasan dan sifatnya tidak resmi.
v  Pengendalian secara Lisan, Simbolik, dan Kekerasan
Lisan: cara pengendalian sosial yang dilakukan dengan mengajak orang menaati aturan dengan berbicara langsung dengan bahasa lisan (verbal). Simbolik: cara pengendalian sosial yang dapat dilakukan melalui tulisan, spanduk, dan iklan layanan masyarakat. Lisan dan Simbolik (sering disebut juga cara pengendalian sosial persuasif): cara ini menekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Kekerasan (sering disebut juga cara pengendalian sosial koersif): cara pengendalian sosial yang menekankan pada tindakan atau ancaman yang menggunakan kekuatan fisik. Tindakan ini bertujuan agar si pelaku jera dan tidak melalukan perbuatannya lagi. Cara ini sebaiknya dilakukan sebagai upaya terakhir sesudah cara pengendalian persuasif dilakukan. 
v  Pengendalian melalui Imbalan dan Hukuman (Reward and Punishment)
Imbalan: cara pengendalian sosial ini bersifat preventif (mengalihkan), yaitu seseorang diberi imbalan atas tindakannya agar ia berperilaku sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Hukuman: cara pengendalian sosial ini cenderung bersifat represif, yaitu bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum pelanggaran terjadi.
v  Pengendalian secara Formal dan Informal
Formal: cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi yang juga memiliki peraturan-peraturan resmi, seperti perusahaan, perkumpulan serikat pekerja, atau lembaga peradilan. Informal: cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok yang kecil, akrab, bersifat tidak resmi, dan tidak mempunyai aturan-aturan resmi yang tertulis. Cara pengendalian dalam kelompok-kelompok ini cenderung spontan atau tidak direncanakan.
v  Pengendalian melalui Sosialisasi
Agar masyarakat berperilaku sesuai dengan nilai dan norma (konform), diperlukan proses penanaman nilai dan norma yang disebut sosialisasi.  Dalam hal ini individu yang menjadi anggota masyarakat dikendalikan sehingga tidak melakukan perilaku menyimpang.  Apabila masing-masing individu memiliki pengalaman yang sama, maka mereka akan suka rela dan tanpa berpikir panjang lagi akan berperilaku sesuai dengan harapan-harapan sosial, karena melalui sosialisasi seseorang menginternalisasikan norma dan nilai sserta akan berperilaku konform (menyesuaikan diri)
v  Pengendalian melalui Tekanan Sosial

Suatu proses yang lahir dari kebutuhan individu agar diterima ke dalam suatu kelompok, dengan selalu berusaha mengikuti nilai dan norma yang berlaku di dalam kelompok tersebut. Seseorang cenderung mengekspresikan pernyataan pribadinya seirama atau sesuai dengan pandangan kelompoknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar