BAHAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI :
1.
Menjelaskan hal-hal yang dipelajari dalam proses sosialisasi
Sosialisasi
adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang berpartisipasi di
dalam masyarakat
Yang
dipelajari dalam proses sosialisasi adalah peran, nilai, dan norma sosial
Berger:
yang dipelajari dalam proses sosialisasi adalah peran-peran
Gaslin:
yang dipelajari dalam proses sosialisasi adalah nilai dan norma sosial
2.
Menjelaskan pengertian sosialisasi menurut ahli sosiologi (Berger, Gaslin)
Berger:
sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang dapat
berpartisipasi di dalam masyarakat
Gaslin:
sosialisasi adalah proses belajat yang dialami seseorang untuk memperoleh
pengetahuan tentang nilai dan norma-norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai
anggota kelompok masyarakat
3.
Menjelaskan tahapan-tahapan perkembangan diri manusia (Mead)
Play
stage: seorang anak kecil mulai belajar mengambil peran orang-orang yang berada
di sekitarnya
Game
stage: seorang anak tidak hanya mengetahui peran yang harus dijalankannya,
tetapi telah mengetahui peran yang dijalankan orang lain dengan siapa ia
berinteraksi
Generalized
others: anak telah mampu mengambil peran-peran orang lain yang lebih luas
(generalized others), tidak sekedar orang-orang terdekatnya (significant
others)
4.
Menjelaskan tahapan-tahapan diri seseorang yang berkembang melalui interaksi
atau bercermin dengan orang lain (Chooley)
seseorang
membayangkan bagaimana perilaku atau tindakannya tampak bagi orang lain
seseorang
membayangkan bagaimana orang lain menilai perilaku atau tindakan itu
seseorang
membangun konsepsi tentang dirinya berdasarkan asumsi penilaian orang lain
terhadap dirinya itu
5.
Menjelaskan tujuan-tujuan sosialisasi
membekali
seseorang dengan keterampilan tertentu
mengembangkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif
mengendalikan
fungsi-fungsi organik melalui latihan mawas diri yang tepat
membiasakan
diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat
6.
Menjelaskan faktor-faktor yang membentuk atau menentukan kepribadian seseorang
Warisan
biologis (keturunan): faktor keturunan berpengaruh terhadap pembentukan
kepribadian. Warisan biologis menyediakan bahan mentah kepribadian dan bahan
mentah ini dapat dibentuk dengan dan dalam berbagai cara
Lingkungan
fisik (geografis): perbedaan perilaku kelompok terutama disebabkan oleh
perbedaan iklim, topografi (permukaan atau relief bumi), dan sumber alam
Kebudayaan:
keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, baik berupa gagasan,
aktivitas, dan hasil dari aktivitas manusia yang digunakan untuk memahami
lingkungan dan pengalamannya, serta dijadikan pedoman hidup anggota masyarakat
Pengalaman
kelompok: masyarakat majemuk memiliki kelompok-kelompok degan budaya dan
standar atau ukuran moral yang berbeda, dan digunakan untuk menentukan mana
kepribadian yang baik (sesuai dengan harapan) dan mana yang tidak baik
Pengalaman
unik: tidak seorang pun mengalami serangkaian pengalaman yang persis sama satu
sama lainnya dan tidak seorang pun mempunyai latar belakang pengalaman yang
sama
7.
Menjelaskan agen-agen sosialisasi (Fuller
dan Jacobs)
Keluarga:
pada awal kehidupan seseorang, agen sosialisasi terdiri atas orangtua dan
saudara kandung, kemudian sistem keluarga luas (paman, bibi, kakek, nenek),
kemudian sekarang ada pengasuh (baby sitter) dan pekerja pada tempat penitipan
anak yang secara status bukan anggota keluarga. Pengaruh orangtua yang sangat
dominan tidak jarang dapat menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan orangtua
terhadap anaknya sendiri (penganiayaan/child abuse dan perkosaan). Sebaliknya
perilaku dan sikap anggota keluarga yang cenderung disiplin akan mudah dan
menjadikan anak disiplin
Kelompok
sebaya atau sepermainan (peer group): setelah anak dapat berjalan, berbicara,
bepergian, mulai bertemu dan berinteraksi dengan teman sebayanya yang biasanya
berasal dari keluarga lain. Anak mempelajari berbagai aturan tentang peranan
orang-orang yang kedudukannya sederajat, sehingga mengenal nilai-nilai keadilan,
kebenaran, toleransi, dan solidaritas
Sekolah:
seseorang akan mempelajari hal baru yang tidak diajarkan di dalam keluarga
maupun kelompok sepermainannya. Sekolah mempersiapkan untuk peran-peran baru di
masa mendatang saat ia tidak tergantung lagi pada orangtua. Sekolah tidak hanya
mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang bertujuan mempengaruhi
perkembangan intelektual anak, tetapi juga mempengaruhi kemandirian,
tanggungjawab dan tata tertib
Media
massa: merupakan bentuk komunikasi dan rekreasi yang menjangkau sejumlah besar
orang. Media ini begitu dominan dalam proses sosialisasi karena anak-anak lebih
banyak menghabiskan waktunya di depan layar televisi dibandingkan waktu yang
digunakan untuk belajar. Penayangan film keras dan brutal melalui televisi
dapat menimbulkan perilaku keras, mempengaruhi sikap dan perilaku agresif pada
anak, dan iklan yang ditayangkan mempunyai potensi untuk memicu perubahan pola
konsumsi atau gaya hidup masyarakat.
8.
Menjelaskan bentuk-bentuk sosialisasi (Light, Keller, Callhoun)
Sosialisasi
primer: sosialisasi pada tahap-tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia.
Sosialisasi primer akan mempengaruhi seorang anak untuk dapat membedakan
dirinya dengan orang lain yang berada di sekitarnya, seperti ayah, ibu, kakak,
dan adik
Sosialisasi
sekunder: proses berikutnya yang memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di
luar keluarganya, seperti sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja
9.
Menjelaskan tipe-tipe sosialisasi
Formal:
terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku
dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
Informal:
terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti
antara teman, sahabat, sesaama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang
ada di masyarakat
10.
Menjelaskan pola-pola sosialisasi (Jaeger)
Sosialiasasi
represif: menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan, penekanan pada
penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan, penekanan pada kepatuhan anak pada
orangtua, penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, non verbal dan
berisi perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orangtua dan pada
keinginan orangtua, dan peran keluarga sebagai significant others.
Sosialisasi
partisipatoris: pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik,
hukuman dan imbalan bersifat simbolik, dalam proses ini anak diberi kebebasan,
penekanan pada interaksi dan komunikasi yang bersifat lisan, yang menjadi pusat
sosialisasi adalah anak dan keperluan anak, keluarga menjadi generalized
others.
11.
Menjelaskan definisi perilaku menyimpang (Lawang)
Semua
tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem
sosial (Lawang)
Penyimpangan
tidak hanya dapat dikategorikan kepada individu atau masyaraka dengan kategori
penyimpangan dan penyimpang, tetapi akan dijumpai pula yang disebut dengan
institusi menyimpang (Korblum)
Tindakan
yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar
batas toleransi. Norma dan nilai sosial masyarakat yang satu berbeda dengan
norma dan nilai sosial masyarakat lainnya (Zanden)
12.
Menjelaskan bentuk-bentuk perilaku menyimpang (Lemert)
Penyimpangan
primer: perbuatan menyimpang yang dilakukan seseorang, namun sang pelaku masih
dapat diterima secara sosial. Ciri penyimpangan: sifatnya sementara, tidak
berulang, dan dapat ditolerir masyarakat, seperti mengendarai motor atau mobil
melebihi kecepatan yang normal/kebut-kebutan
Penyimpangan
sekunder: perbuatan yang dilakukan seseorang secara umum dikenal perbuatan atau
perilaku menyimpang. Seperti memerkosa, membunuh, merampok, mabuk-mabukan, dll.
13.
Menjelaskan tipe atau cara adaptasi individu terhadap situasi tertentu (Merton)
Cara
adaptasi konformitas: perilaku seseorang mengikuti cara dan tujuan yang telah
ditetapkan oleh masyarakat
Cara
adaptasi inovasi: perilaku seseorang mengikuti tujuan yang ditentukan
masyarakat
Cara
adaptasi ritualisme: perilaku seseorang telah meninggalkan tujuan budaya,
tetapi tetap berpegang teguh pada cara yang telah ditetapkan masyarakat
Cara
adaptasi retreatisme: perilaku seseorang tidak mengikuti tujuan dan cara yang
dikehendaki
Cara
adaptasi pemberontakan: orang tidak lagi mengakui struktur sosial yang ada dan
berupaya menciptakan struktur sosial yang baru
Dari
keseluruhan tipe-tipe tersebut, tipe adaptasi pertama merupakan bentuk perilaku
yang tidak menyimpang, sementara empat tipe berikutnya merupakan bentuk
perilaku menyimpang
14.
Mendeskripsikan hubungan antara perilaku menyimpang dan sosialisasi yang tidak
sempurna
sering
terjadi ketidaksepadanan antara pesan yang disampaikan pelaku sosialisasi yang
satu dengan pelaku sosialisasi yang lain, ketidaksepadanan ini membuat
sosialisasi menjadi kurang sempurna
ketidaksepadanan
pesan-pesan yang disampaikan oleh pelaku-pelaku sosialisasi juga bisa dilihat
dari maraknya perkelahian antar pelajar yang menjurus pada tindakan kriminal
norma
dan nilai sosial keagamaan yang ditawarkan sejak mereka bayi tidak cukup
berjalan dan sinkron untuk bisa dihadapkan dengan kenyataan dalam masyarakat
perilaku
menyimpang juga bisa terjadi ketika dalam proses sosialisasi, seseorang
mengambil peran yang salah dari generalized others atau meniru perilaku
yang salah
perilaku
menyimpang juga terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai sub
kebudayaan yang menyimpang, yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya
bertentangan dengan norma budaya yang dominan
15.
Menjelaskan sifat-sifat perilaku menyimpang
Penyimpangan
yang bersifat positif: penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap
sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya
alternatif. Penyimpangan demikian umumnya dapat diterima masyarakat karena
sesuai dengan perubahan zaman.
Penyimpangan
yang bersifat negatif: pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang
dipandang rendah dan berakibat buruk serta menggangu sistem sosial. Tindakan
dan pelakunya akan dicela dan tidak diterima oleh masyarakat. Bobot
penyimpangan dapat diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar
16.
Menjelaskan macam-macam perilaku menyimpang
Tindakan
kriminal atau kejahatan: umumnya dilihat bertentangan dengan norma hukum, norma
sosial, dan norma agama yang berlaku di masyarakat
Penyimpangan
seksual: perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan
Pemakaian
dan pengedaran obat terlarang: merupakan bentuk penyimpangan dari nilai dan
norma sosial maupun agama
Penyimpangan
dalam bentuk gaya hidup: yang lain dari biasanya antara lain sikap arogansi dan
eksentrik
17.
Menjelaskan tipe atau jenis kejahatan (Light, Keller, Calhoun, Giddens)
Kejahatan
tanpa korban (crime without victim): tidak mengakibatkan penderitaan
pada korban akibat tindak pidana orang lain
Kejahatan
terorganisasi (organized crime): merupakan komplotan yang secara
berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan
dengan jalan menghindari hukum
Kejahatan
kerah putih (white collar crime): kejahatan yang mengacu pada kejahatan
yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam
rangka pekerjaannya
Kejahatan
pemerintahan (govermental crime): kejahatan yang dilakukan atas nama
organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian
Kejahatan
pemerintahan (govermental crime):
kejahatan yang dilakukan oleh lembaga atau aparat pemerintahan resmi di sebuah
negara
Kejahatan
dunia maya (cyber crime): dengan berkembang teknologi informasi, dengan
menyebarluaskan virus komputer, pornografi, pencurian kartu kredit, atau
merusak sistem sebuah organisasi
18.
Menjelaskan jenis-jenis penyimpangan seksual
Perzinahan:
hubungan seksual di luar nikah
Lesbianisme:
hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama wanita
Homoseks:
hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama lelaki
Kumpul
kebo: hidup seperti suami istri tanpa nikah
Sodomi:
hubungan seks melalui anus
Transvestitisme:
memuaskan keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis
Sadisme:
pemuasan seks dengan menyakiti orang lain
Pedophilia:
memuaskan keinginan seks dengan mengadakan kontak seksual dengan anak-anak
19.
Menjelaskan sebab-sebab terjadinya penyalahgunaan obat-obatan terlarang pada
remaja
Perkembangan
emosi yang belum stabil
Cenderung
ingin mencoba
Kepribadian
yang cenderung asosial (tidak mempertimbangkan orang lain, kondisi kecemasan
atau depresi, situasi keluarga yang tidak harmonis, salah memilih teman,
obat-obatan yang mudah diperoleh)
20.
Menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan remaja terjerumus pada penggunaan
narkotika (Baliane)
Ingin
membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan berbahaya
Ingin
menunjukkan tindakan menentang orangtua yang otoriter atau siapa saja yang
tidak sepaham dengan dirinya
Ingin
melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman emosional
Ingin
mencari dan menemukan arti hidup (yang semu)
Ingin
mengisi kekosongan dan kebosanan (tidak memilik banyak aktivitas)
Ingin
menghilangkan kegelisahan
Solidaritas
di antara kawan
Ingin
tahu dan iseng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar